Upaya penguatan layanan kesehatan primer terus bergulir di daerah. Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Demak baru-baru ini menginisiasi penguatan jejaring Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk meningkatkan sinergi pelayanan kesehatan primer, sebagaimana dilaporkan Portal Demak pada 24 Agustus 2026. Langkah ini menjadi angin segar di tengah tuntutan transformasi layanan primer yang selama ini kerap membebani FKTP, terutama yang berstatus swasta.

Sinergi Jejaring: Kunci Perkuatan Layanan Primer

Penguatan jejaring FKTP yang dilakukan Dinkesda Demak menunjukkan kesadaran bahwa layanan primer tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi antar-FKTP, baik klinik pratama, tempat praktik mandiri dokter (TPMD), maupun puskesmas, menjadi fondasi untuk meningkatkan akses dan mutu layanan bagi masyarakat. Inisiatif ini sejalan dengan semangat transformasi layanan primer yang digalakkan pemerintah pusat, namun implementasinya sangat bergantung pada peran aktif pemerintah daerah.

Bagi FKTP swasta, sinergi semacam ini penting karena mereka seringkali berada di garis terdepan melayani peserta JKN, namun tidak selalu dilibatkan dalam perencanaan dan penguatan kapasitas. Data dari sumber menunjukkan bahwa Dinkesda Demak berupaya meningkatkan sinergi ini, sebuah langkah yang patut diapresiasi. Namun, pertanyaannya adalah: apakah sinergi ini akan diikuti dengan dukungan konkret seperti pelatihan, bantuan alat, atau insentif bagi FKTP swasta?

Dukungan Daerah: Antara Harapan dan Realita

Selama ini, FKTP swasta kerap menanggung beban besar dalam layanan JKN, mulai dari biaya operasional hingga pemenuhan standar akreditasi, tanpa dukungan setara dari pemerintah. Di banyak daerah, anggaran penguatan layanan primer lebih banyak terserap untuk puskesmas dan fasilitas milik pemerintah. Inisiatif Dinkesda Demak ini menjadi contoh baik, tetapi harus diikuti dengan pemerataan dukungan.

Jika sinergi jejaring hanya dimaknai sebagai koordinasi administratif, tanpa dukungan sumber daya, maka FKTP swasta akan terus tertinggal. Padahal, mereka melayani jutaan peserta JKN di seluruh Indonesia. Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa program penguatan seperti di Demak ini mencakup aspek pendanaan, pelatihan tenaga kesehatan, dan pengadaan peralatan yang selama ini menjadi keluhan utama FKTP swasta.

Sinergi tanpa dukungan setara hanyalah wacana; FKTP swasta butuh aksi nyata, bukan sekadar ajakan kolaborasi.

Posisi HIFDI

HIFDI menyambut baik langkah Dinkesda Demak dalam memperkuat jejaring FKTP. Ini membuktikan bahwa perhatian terhadap layanan primer mulai menguat di tingkat daerah. Namun, kami mengingatkan agar penguatan ini tidak berhenti pada seremonial belaka. HIFDI mendesak pemerintah daerah, termasuk Demak, untuk: pertama, mengalokasikan anggaran khusus bagi penguatan FKTP swasta, baik untuk pelatihan maupun pengadaan alat; kedua, melibatkan perwakilan FKTP swasta dalam perencanaan dan evaluasi program kesehatan primer; ketiga, memberikan insentif bagi FKTP yang berkinerja baik dalam layanan JKN.

Penutup

Inisiatif Dinkesda Demak adalah langkah positif yang patut dicontoh daerah lain. Namun, keberhasilan penguatan layanan primer tidak bisa hanya bertumpu pada sinergi semu. Dibutuhkan komitmen nyata dari semua pemangku kepentingan, terutama dalam hal pemerataan dukungan bagi FKTP swasta. HIFDI siap mendukung program-program yang berpihak pada layanan primer dan akan terus mengawal agar kebijakan yang lahir benar-benar menyentuh akar masalah.